Depan

widgeo.net

Sabtu, 21 Mei 2011

Sifat Umum Kayu

Untuk mengerti sifat-sifat kayu sebagai bahan bangunan kita perlu mengerti bangunan (Structure) kayu. Sifat-sifat kayu ada beberapa macam yaitu:
1.      Sifat fisik
2.      Sifat hygroscopis
3.      Sifat mekanik
1.      Tampang melintang pohon
Jika sebatang pohon kita potong melintang, maka terdapatlah beberapa macam bagian (seperti gambar 1.01)
Bagian luar terdiri dari 2 bagian, yaitu:
a.    Kulit Luar (outer bark), yaitu bagian yang telah mati yang tugasnya melindungi bagian-bagian disebelah dalamnya.
b.  Kulit dalam (inter park), yaitu bagian yang masih hidup yang gunanya untuk mengangkut dan menghantarkan makanan yang dibuat di daun ke bagian-bagian bawah lainnya.
c.    Proses pertumbuhan terjadi pada lapisan cambium ini, dimana sel memecah, bertumbuh dan memecah lagi untuk membentuk sel-sel kulit baru atau zat kayu baru. Disebelah dalam lapisan ini terdapat bagian kayu yang lunak, yang warnanya keputih-putihan dan disebut kayu gubal (D=sapwood), yang tebalnya tidak sama, dari 1 cm sampa 20 cm atau lebih, tergantung pohonnya. Lapisan yang lebih tebal disebut kayu teras (E=Heartwood), yaitu bagian yang pekerjaannya hanya merupakan inti yang kuat dan kukuh. Warnanya sedikit lebih tua dari pada kayu gubal. Bagian yang terdalam adalah Hati (F-pitch), dan bagian ini biasanya sangat berguna untuk menentukan sesuatu jenis pohon.

Rencana Kerja dan Syarat - Syarat (RKS)

Keterangan :
Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan:
1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam  negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional;
3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan;
4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan;
5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimalyang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan;
6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaanpekerjaan;
7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;
8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan;
9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.


PETUNJUK UNTUK PESERTA
Peserta Tender harus membaca dan mempelajari seluruh gambar kerja, rencana kerjadan syarat ini dengan seksama untuk memahami benar-benar maksud dan isi dokumentersebut secara keseluruhan maupun setiap bagian. Tidak ada gugatan yang akandipertimbangkan jika gugatan itu disebabkan karena peserta tidak membaca, tidak memahami, tidak memenuhi petunjuk, ketentuan dalam gambar, atau pertanyaan kesalahpahaman apapun mengenai arti dari isi dokumen ini.

KETENTUAN UMUM
Daftar isi
1. Peraturan yang digunakan
2. Penjelasan gambar bestek dan RKS
3. Ruang lingkup pekerjaan
4. Izin bangunan
5. Bangsal konsultan pengawas dan bangsal kerja / gudang
6. Jadwal pelaksanaan (Time schedule)
7. Tenaga kerja lapangan kontraktor
8. Tenaga kerja/bahan/peralatan
9. Keamanan proyek
10. Keselamatan kerja dan kesehatan

Kamis, 19 Mei 2011

Konsep Menghitung konstruksi Kuda-Kuda

Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya.
Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.
konsep-konsep yang perlu diperhatikan pada perhitungan konstruksi kuda-kuda yaitu:

1.1 MENGHITUNG RANGKA KUDA-KUDA
      pada bagian ini, disini kita menentukan data yang ingin direncanakan, misalnya
  • panjang bentang kuda-kuda
  • sudut kemiringan
  • jenis penutup atap
  • berat seng
  • jarak antar kuda-kuda
  • jarak antar gording
  • kelas/jenis kayu 
  • alat sambung
  • tekanan angin
1.2 Peraturan yang digunakan
      Perhitungan muatan didasari atas peraturan apa yang ingin direncanakan.

1.3 Penempatan Beban
1.3.1 Beban Mati
        Yang digolongkan kedalam beban mati yaitu : 
     1. Berat sendiri konstruksi kuda-kuda 
         Muatan ini dianggap bekerja pada tiap-tiap titik buhul (atas dan bawah)
     2. Berat akibat penutup atap dan gording 
         Dianggap bekerja pada titik buhul bagian atas 
     3. Berat plafond + penggantung 
         Dianggap bekerja pada titik buhul bagian bawah
1.3.2        Beban hidup
  1. Beban terpusat berasal dari seorang pekerja dengan peralatannya sebesar minimum 100 kg.
  2. Beban air hujan sebesar (40 – 0,8α) kg/m
1.3.3    Beban angin
Angin tekan dan angin hisap yang terjadi dianggap bekerja tegak lurus bidang atap pada tiap titik buhul bagian atas, sehingga komponen angin hanya bekerja pada arah sumbu y saja dan komponen angin dalam arah sumbu x = 0.
Untuk konstruksi gedung tertutup, dimana α < 65o, maka :
Koef angin tekan           : 0,02 α – 0,4
        Koef angin hisap         : - 0,4 
1.4       Ketentuan alat sambung
Alat sambung yang digunakan adalah baut, dimana penentuan dimensi baut disesuaikan dengan ukuran kayu dan syarat-syarat pada PKKI.

1.5       Perhitungan panjang batang 
          1.  Tinggi kuda-kuda
               untuk perhitungan tinggi kuda-kuda digunakan
   V  =  1/2 L x (tg  α )
          2.  Batang bawah
          3. Batang atas
              A = B1/cos α   
          4. Batang vertikal 
              V = B1 tg α    
        5. Batang diagonal
             Untuk mencari batang diagonal menggunakan Rumus Phytagoras

MENGHITUNG GORDING
Pada perencanaan gording, tentukan gording yang akan direncanakan.
  • Berat jenis kayu
  • jarak antar gording
  • jarak antar kuda kuda
  • Modulus elastisitas kayu (E)
  • Berat atap

Rumus yang digunakan  :
·         Beban terpusat
Bidang momen      : M =  ¼ PL
Lendutan               : f = PxL^3 /48EI
·         Beban terbagi rata
Bidang momen      : M =  1/8 qL2
Lendutan               : 5qL^4 /384EI
·         Momen inersia :
      Momen inersia gording
      Ix = 1/12 bh3   
      Iy = 1/12 b3h   

2.1     Perhitungan Momen Akibat Beban
                                    2.1. 1 Beban Mati
Berat sendiri gording        =  b x h x Bj kayu                       
      Berat atap                        = berat seng x jarak gording Dari hasil penjumlahan berat gording dengan berat atap maka didapat q = ......   
 mencari nilai:

qx   = q sin α     kg/m  
qy    = q cos α    kg/m
Mx = 1/8 qx L2    kgm
My = 1/8 qy L2     kgm

Lendutan yang timbul :
Fx = 5qxL^4 / 384EIx
Fy =  5qyL^4 / 384EIy
                   
2.1.3    Beban angin
1.  Angin tekan
2. Angin hisap

2.2       Kontrol Kekuatan Gording 
2.2.1    Kontrol kekuatan gording terhadap tegangan
           Datanya didapatkan pada peraturan yang  digunakan
a.       Tegangan yang timbul akibat muatan tetap / primer
b.       Tegangan yang timbul akibat muatan sementara / sekunder

2.2.2        Kontrol kekuatan gording terhadap lendutan 
Lendutan yang timbul terhadap sb. x – x
fx   = fx beban mati + fx beban hidup + fx beban angin 

           Lendutan yang timbul terhadap sb. y – y
fy   = fy beban mati + fy beban hidup + fy beban angin
"Semoga bermanfaat bagi anak sipil..."


Rabu, 18 Mei 2011

Jenis-Jenis Pondasi

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi :
1.      Keadaan tanah pondasi
2.      Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
3.      Keadaan daerah sekitar lokasi
4.      Waktu dan biaya pekerjaan
5.      Kokoh, kaku dan kuat
            Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, yakni :
1.      Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
2.      Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
      3.    Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan
               Pondasi dibagi menjadi dua macam yaitu :
       1.    Pondasi dangkal
               Pondasi yang lebarnya lebih besar daripada tinggi pondasi ataupun sama (lebar = kedalaman)
      2.     Pondasi dalam
              Pondasi dalam berupa pondasi tiang, sumuran, kaison
Jenis-Jenis Pondasi
1. Pondasi Langsung (STAHL)
Pondasi langsung (Stahl) dipakai pada kondisi tanah : “ baik “, Yaitu dengan kekerasan tanah atau sigma tanah = 2 Kg / Cm2 , dengan kedalaman tanah keras lebih kurang = 1,50 Cm, kondisi air tanah cukupdalam. Bahan material yang dipergunakan untuk pondasi jenis ini biasanya dipakai : batu kali, batu gunung, atau beton tumbuk.

2. Pondasi Foot Plat
Pondasi footplat dipergunakan pada kondisis tanah dengan sigma antara : 1,5-2,00 kg/cm2. Pondasi foot plat ini biasanya dipakai untuk bangunan gedung 2 – 4 lantai, dengan kondisi tanah yang baik dan stabil.Bahan dari pondasi ini dari beton bertulang. Untuk menetukan dimensi dari pondasi ini dengan perhitungan konstruksi beton bertulang.
3. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran dipakai untuk tanah yang labil, dengan sigma lebih kecil dari 1,50 kg/cm2. Seperti bekas tanah timbunan sampah, lokasi tanah yang berlumpur.
4. Pondasi Merata (Slab Foundation)
Pondasi merata dipergunakan pada kondisi tanah sangat lembek (lunak). Juga dipergunakan untuk pondasi lantai bawah tanah/bassment suatu bangunan gedung.
5. Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo, kayu besi/kayu ulin, baja, dan beton bertulang.
a. Pondasi Tiang Pancang Kayu
Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumah-rumah panggung di daerah Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara, dan pada rumah-rumah nelayan di tepi pantai.
b. Pondasi Tiang Pancang Beton
Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunan tinggi (high rise building). Pondasi tiang pancang beton, proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :
1) Melakukan test “ boring” untuk menentukan kedalaman tanah kerasdan klasifikasi panjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan.
2) Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
3) Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.
Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiangpancang beton cor di tempat dan tiang pancang beton system fabrikasi.
1.      Pondasi tiang pancang beton cor ditempat
Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut :
1) Melakukan pemboran tanah sesuai kedalamn yang ditentukan dengan memasukkan besi tulangan beton.
2) Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
3) Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakan dan desakan/tekanan.
4) Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah,
5) Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah ditentukan.
2.      Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi
Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang telah menemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Cetakan-cetakan pondasi dengan beberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang pancang dibuat dalam pabrik dengan system “Beton Pra-Tekan” Ukuran tiang pancang produksi pabrik dapat dilihatpada tabel berikut ini :
 








Selasa, 17 Mei 2011

Menghitung volume material pasangan bata

Pasangan batu bata berfungsi sebagai pengikat ruangan maupun asesories ruangan. pasangan batu bata bukanlah struktur utama pada bangunan.
sebelum kita melaksanakan pekerjaan pasangan batu bata, terlebih dahulu kita menghitung volume material pas. batu bata untuk mengetahui berapa banyak material bata yang diperlukan dalam suatu pekerjaan dinding, gunanya untuk tidak terjadi kekurangan ataupun kelebihan material yang dibutuhkan.
Sebagai contoh :
Misalkan suatu pasangan batu batu dengan panjang 4 m dan tingginya 4 m, Berapa volume pas. batu bata, semen, pasir dan jumlah tenaga kerja dan biaya yang dibutuhkan?
1. Langkah Pertama
 Menghitung luas keselurusan Pasangan dinding bata
Luas = 4 m x 4 m = 16 m2

2. Langkah kedua
dari data analisi SNI 03-2837-2002 - 1 - k, 1 M2 Pasangan bata merah tebal 1/2 bata, 1 Pc : 4 Ps , didapat:
3. Langkah ketiga
kebutuhan material untuk 16 m2 pasangan bata adalah
70,000 bh x 16 m2 = 1120 Buah batu bata
11,500 kg  x 16 m2 = 184 kg semen = 184 kg / 40 kg/sak = 4.6 sak dibulatkan = 5 zak
0,043 x 16 m2 = 0.688 m3 pasir pasang

4. Langkah keempat 
kebutuhan tenaga pekerja  untuk 16 m2 pasangan bata adalah
0,015 Oh x 16 m2 = 0.24 hari mandor
0,010 Oh x 16 m2 = 0.16 hari kepala tukang batu
0,100  Oh x 16 m2 = 1.6  hari Tukang Batu
0,320 Oh x 16 m2 = 5.12 hari Pekerja     
untuk jumlah tenaga kerja dapat dihitung dengan cara
misalkan kita menginginkan pekerjaan tersebut selesai dalam 1 hari maka jumlah tenaga untuk pasangan batu bata seluas 16 m2 adalah:

0.24 hari: 1   = 0.24 dibulatkan 1 mandor
0.16 hari : 1  = 0.16 dibulatkan 1 kepala tukang batu
1.6 hari: 1    = 1.6 dibulatkan 2 Tukang Batu
5.12 hari : 1  = 5.12 dibulatkan 5 Pekerja

5. Langkah kelima
Dari data analisa SNI 03-2837-2002 - 1 - k, 1 M2 Pasangan bata merah tebal 1/2 bata, 1 Pc : 4 Ps
Jadi biaya untuk pasangan bata selama 1 hari dengan luas 16 m2 adalah :
Upah kerja
Mandor             = Rp. 48,000.00 /hari
Kepala Tukang  = Rp. 67,500.00 /hari
Tukang Batu      = Rp. 60,000.00 /hari
Pekerja             = Rp. 43,000.00 /hari        
                            Rp. 218,500.00 /hari 
Bahan
Batu Bata         = 1120 bh x 700,00          = Rp. 784,000.00
Semen             = 5 zak x 54,500.00/zak    = Rp. 274,500.00
Pasir               = 0.688 m3 x 145,000.00  = Rp.   99,760.00   
                                                                    Rp. 1,158,260.00
Total keseluruhan adalah Rp. 218,500.00 + Rp. 1,158,260.00 = Rp. 1,376,760.00 (Satu Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Enam Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Rupiah)

download disini contoh RAB Rumah Type 45 :http://www.ziddu.com/download/15067144/RABTYPE45.xls.html

Note : kalau ada kekeliruan mohon dimaklumi karena saya juga dalam proses belajar. Thanks for you :)